Cari Blog Ini

puisi lama



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PERNAH

Aku mengerahkan rasa yang kupunya
pada ujung jemari
membuatnya menari
bersama hujan yang menyapa bumi

kamu membenci hujan
becek, lembab, basah
dan membuatmu merana
namun, kita sama-sama mencintai pelangi
setelah hujan reda

hujan tak selalu menghantarkan rindu
terkadang, dia mengirimkan tetesan
yang memukul dinding masalalu

aku pernah bertanya
bisakah hujan mengerutkanrasa gundah?
sayang, hujan terlalu malas untuk berbalas sapa

aku pernah mencintai hujan
yang membantuku menyamarkan air mata
aku membenci kepalsuan
tapi harus terseenyum walau duka meraja

bagiku,
romantis bukan saat menatap hujan yang merintik
dalam gerakan lambat
tapi merekam setiap senyum
yang pernah kamu buat

aku pernah merasakan
hangatmu memeluk sela jemari
memandang keluar jendela
menghitung sisa tetes hujan tadi

kamu jarang merangkai aksara indah
tapi kkamu selalu berhasil
mengusir air mata dan menghadirkan tawa

namun semua kini yang aku genggam,
hanyalah satu kata :
pernah

bisakah kamu kembali menjadi kamu?
atau akankah kamu dan aku melebur menjadi kita?
kartah aku tak pernah suka pada kata pernah
TIDAK PERNAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer